DOCX

from TA KAJIAN SSTEM PROTEKSI TRAFO DAYA DI GI WARU

By Charlotte Evans,2014-06-02 09:35
23 views 0
from TA KAJIAN SSTEM PROTEKSI TRAFO DAYA DI GI WARU

Pemilihan arrester

    a.tegangan dasar

    b.tegangan sistem tertinggi umumnya diambil harga 110 persen dari tegangan nominal sistem. V maks=11o% x Vl-n ………………………………………….

    c. koefisien pentanahan

     V rms = Vm dibagi akar 2…………………..

    Maka diperoleh tegangan fasa dengan ground pada sistem tiga fasa, didapat persamaan Vm= Vrms dikali akar dua di bagi akar 3………………………

    Vm = tegangan puncak fasa ground

    Vrms = tegangan nominal

    d. arus pelepasan nominal

    hubungan antara besarnya arus yang mengalir dan parameter yang lain diperhatikan dalam persamaan di bawah ini :

    I = 2e-Eo

     Z+R……………………………..

    I = ARUS PELEPASAN ARRESTER

    E= tegangan surja yang datang

    E0= tegangan pelepasan arrester

    Z= IMPEDANSI SURJA

    R=TAHANAN ARRESTER

     Harga puncak surja petir yang masuk ke pembangkit datang dari saluran yang dibatasi oleh BIL saluran.

    Dengan mengingat variasi tegangan flashover dan probilitas tembus isolator maka 20 persen untuk factor kemannya, sehingga harga e adalah :

     e = 1,2 BIL saluran……………………………………………..

    e= tegangan surja yangdatang

     e. tegangan pelepasan arrester

    tegangan kerja tergantung pada :

    1. Arus pelepasan penangkap petir

    2. Kecuraman gelombang arus

    E= e dibagi K.e.x………………………..

    E= tegangan yang sampai pada arrester

    E=puncak tegangn surja yang datang

    K=konstanta redaman (0.0006)

    X= jarak perambatan

    Jatuh tegangan arrester dapat di htung dengan menggunakan persamaan : V=I.R…………………………………..

    Sehingga tegangan pelepasan arrester dapat didapatkan sesuai dengan persamaan : ea=Eo + (IxR)

    keterangan

    I = arus pelepasan arrester Eo= tegangan pada saat arus nol

    f. pemilihan TID

    BIL yang dinyatakan dalam impulse crest voltage (tegangan puncak impulse) dengan standart tidak lebih

    dari 1,2x50 microdetic. Artinya dalam 1,2 mikrodetik akan mencapai gelombang gangguan dan kemudian gelombang tersebut akan akan kehilangan 50% nya dalam waktu 50 mikrodetik. Sehingga isolasi dari peralatan listrik harus mempunyai karakteristik ketahanan impulse sama atau lebih tinggi

    dari BIL tersebut.

    g. margin pemilihan arrester

    h. jarak penempatan arrester

    Ep= ea+2.A.xdibagi v………………………………………………….

    A= kecuraman gelombang (kv/miu s)

    Ea= tegangan pelepasan arrester

    Ep= bil trafo

    X= jarak antar arrester dan peralatan

    V=kecepatan gelombang berjalan

Sehingga waktu perambatan gelombang berjalan adalah : t=x dibagi v

Report this document

For any questions or suggestions please email
cust-service@docsford.com